Allah mengabadikan nasihat Luqman ‘alaihissalam kepada putranya dalam QS. Luqman ayat 12–19.
Menariknya, nasihat itu bukan sekadar apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya.
Luqman ‘alaihissalam berulang kali memanggil:
يَا بُنَيَّ — “Wahai anakku sayang.”
Sapaan penuh kelembutan ini muncul dalam beberapa nasihat penting.
Seakan pesan yang ingin disampaikan:
“Nak, dengarkan Ayah. Ayah menasihatimu karena Ayah mencintaimu.”
Allah pun mengajarkan kelembutan dalam berdakwah:
فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا.
"Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut."
(QS. Thaha: 44)
Nasihat pertama Luqman ‘alaihissalam bukan tentang pakaian, sekolah, pekerjaan, atau aturan teknis.
Tetapi tauhid:
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
"Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah benar-benar kezaliman yang besar."
(QS. Luqman: 13)
Karena anak perlu tahu kepada siapa ia taat dan mengapa ia harus taat, sebelum diberi banyak aturan.
Luqman ‘alaihissalam tidak hanya berkata, “Laksanakan ini!”
Ia menjelaskan konsekuensinya:
إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
"Sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang membutuhkan tekad yang kuat."
(QS. Luqman: 17)
Anak tidak dijanjikan bahwa hidup akan selalu mudah. Ia justru dipersiapkan menghadapi kesulitan dengan sabar.
Bukan hanya berkata, “Jadilah rendah hati.”
Tetapi:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا
"Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia karena sombong dan jangan berjalan di bumi dengan angkuh."
(QS. Luqman: 18)
Kemudian:
وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ
"Lunakkanlah suaramu."
(QS. Luqman: 19)
Akhlak dibuat terlihat dan bisa dipraktikkan: cara berjalan, cara berbicara, cara memperlakukan orang lain.
Ini pelajaran besar dari Luqman ‘alaihissalam.
Nasihat yang benar bisa ditolak ketika disampaikan dengan cara yang salah.
Allah berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
"Maka berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, niscaya mereka menjauh dari sekitarmu."
(QS. Ali ‘Imran: 159)
Maka jangan heran jika anak lebih mudah menerima nasihat dari orang yang membuatnya merasa dicintai, daripada dari orang yang setiap hari hanya membuatnya merasa diadili.
Luqman ‘alaihissalam mengajarkan satu prinsip besar dalam mendidik:
Sentuh hatinya dengan kasih sayang. Bangun keyakinannya dengan tauhid. Jelaskan alasan di balik aturan. Lalu ajarkan akhlak dalam bentuk yang nyata.
Sebab nasihat bukan hanya tentang seberapa benar perkataan kita, tetapi juga tentang bagaimana perkataan itu sampai ke hati anak.
Sebelum menyentuh akalnya, sentuhlah hatinya.
0 Komentar