Banyak orang yang masih keliru atau belum sepenuhnya memahami perbedaan antara ASD (Autism Spectrum Disorder / Spektrum Autisme) dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder / Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas).
Meskipun sama-sama merupakan kondisi perkembangan saraf (neurodevelopmental disorders) dan terkadang menunjukkan gejala yang tampak mirip, keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda.
Mari kita bedah perbedaannya satu per satu!
ASD: Cenderung mampu fokus secara sangat mendalam (hyperfocus) pada hobi atau aktivitas yang benar-benar ia sukai, namun sangat kesulitan untuk beralih ke aktivitas lain.
ADHD: Cenderung sulit mempertahankan perhatian, sangat mudah terdistraksi oleh hal-hal di sekitar, dan sering menghindari tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dalam waktu lama.
ASD: Mengalami hambatan dalam komunikasi dua arah, kesulitan membaca ekspresi atau emosi orang lain, serta memiliki kontak mata yang terbatas.
ADHD: Sebenarnya memiliki keinginan yang tinggi untuk bersosialisasi, tetapi sering kali impulsif, berbicara terlalu banyak, menyela pembicaraan orang lain, atau kesulitan mengikuti aturan sosial yang kaku.
ASD: Sangat menyukai rutinitas yang kaku dan terstruktur, serta sering menunjukkan perilaku berulang (repetitive behavior). Perubahan mendadak bisa memicu kecemasan.
ADHD: Sangat mudah bosan dengan rutinitas yang monoton. Mereka cenderung gelisah, hiperaktif, dan merasa tersiksa jika harus diam dalam waktu lama.
ASD: Memiliki sensitivitas tinggi (atau justru sangat tidak peka) terhadap rangsangan tertentu, seperti suara bising, cahaya terang, tekstur pakaian, atau makanan tertentu.
ADHD: Umumnya tidak memiliki masalah sensorik yang signifikan seperti pada penyandang ASD.
ASD: Ciri-ciri atau tanda awal biasanya sudah mulai terlihat sejak usia di bawah 2–3 tahun.
ADHD: Gejala umumnya baru mulai tampak jelas pada usia prasekolah (di atas 3 tahun) ketika tuntutan lingkungan dan sekolah mulai meningkat.
Gambaran Singkat
Cara Kerja Otak
Untuk lebih mudah memahaminya, mari lihat perbandingan respons sederhana berikut:
Instruksi Umum: "Duduk diam dan dengarkan!"
Anak tanpa kondisi khusus: Bisa melakukan keduanya dengan baik.
Anak ASD, Bisa duduk diam, tetapi susah mendengarkan karena terkadang kesulitan memahami bahasa sosial dan komunikasi dua arah. (Otak ASD: Susah nyambung).
Anak ADHD: Sangat ingin mendengarkan, tetapi susah duduk diam karena otaknya terus menuntut untuk bergerak. (Otak ADHD: Susah fokus)
Semoga rangkuman ini dapat membantu kita semua lebih memahami, berempati, serta mendukung anak-anak dengan ASD maupun ADHD dengan lebih baik!
Ada hal lain seputar tumbuh kembang anak yang ingin kita bahas bersama?
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
Pondok Pesantren Inklusi Griya Sunnah Mari bergabung dan menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Inklusi Griya Sunnah.
📱 Informasi Pendaftaran
💬 Hubungi Admin PPDB untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan penerimaan santri baru.
Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung bersama kami!








0 Komentar